Selasa, 04 Maret 2008

2) BUKAN BINTANG YANG MEREKA INGINKAN,HANYA INGIN DINAIKKAN SEBENANG..OH..OH..







Weekend kemarin, hari sabtu awal pertama dari bulan maret, aku sempat akhirnya setelah sekian lama, sekitar 2 atau 3 tahunan aku tidak pernah ke Solo, akhir-akhir ini selalu setiap ke luar kota urusan pekerjaan terutama promo film tidak pernah ke Solo, biasanya Jogja, Surabaya, Makasar, Medan, Palembang, Semarang dan sebagainya, tidak tahu mengapa, mungkin jawa tengah sudah di wakilkan oleh Jogjakarta, dan sudah lama saya tidak menemani Eyang putri ke Solo karena terhalangi oleh pekerjaan, dulu biasanya terutama waktu kecil setahun sekali pasti kami pulang ke Solo untuk nyekar leluhur dan sesepuh kami atau keluarga kami yang telah di panggil oleh yang maha kuasa, dan menengok kangen-kangenan sama sanak keluarga di sana, atau sekedar menikmati rumah keluarga kami di Klaten atau Salatiga, atau melahap semua makanan khas sana favorit ku seperti selat solo, bistik solo, nasi liwet, sosis solo, wedang jahe dan lain-lain, itulah sangking lamanya kita di jajah banyak makanan-makanan khas kita yang terkontaminasi dengan makanan orang-orang barat sana walaupun di modifikasi ala-ala lidah kita hehehe...Di mana ada eyang putri memang selalu ada aku, begitu teman-teman eyang ku bilang bila bertemu aku setelah aku besar, aku memang di besarkan oleh eyang putri setelah mama papaku bercerai dan mamaku pulang ke negaranya Inggris... Rumah salatiga di jalan Kotamadya persis depan lapangan krida sudah di jual hiks hiks hehe, banyak kenangan indah di rumah tersebut, rumah besar kokoh bangunan belanda yang tanpa ac walau di siang bolong tetap sejuk, lantainya pun dingin, sedangkan rumah di klaten, rumah eyang kakung muda aku memanggilnya masih ada, eyang kakung muda adalah adik kandung eyang putriku, kenangan yang paling melekat dari rumah tersebut adalah setiap ke rumah tersebut kegiatan ku seharian hanya memetik dan memakan buah rambutan, karena di depan rumah tersebut terdapat pohon rambutan yang seingat aku tidak pernah tidak ada dan tidak pernah habis-habis rambutannya, dan aku dari teras rumah Klaten lantai 2 bisa sampai dan memetik buah-buah dari pohon tersebut hmmmmm ... Memang setengah darah yang mengalir di tubuhku berasal dari Solo, dan setengahnya lagi mengalir darah yang berasal dari salah satu negara di belahan Eropa yaitu Inggris., dua daerah yang sangat kental budaya kerajaannya...

Foto-foto di atas menggambarkan perjalanan singkat pulang pergi ku, kerja dan pulang kampung ku ke solo, berangkat jam 6 pagi dan kembali lagi ke jakarta jam 6 sore fuuiih, jadi tidak sempat macam-macam juga, makan di restorant saja hanya sempat satu kali di soto Gading itu, itupun pada saat setelah landing di solo untuk sarapan, seterusnya kita makan makanan yang di sediakan panitia weee sebel hehehe... Rute pertama adalah kita ke Wonogiri untuk menanam sedikit pohon-pohon di suatu desa di bukit tertinggi daerah tersebut, yah idenya sih mau mengajak mari kita mulai sedikit-sedikit menghijaukan kembali bumi kita setidaknya, kenapa Wonogiri, karena Wonogiri di tuduh salah satu yang menyebabkan apabila terjadi banjir di sana, karena apabila hujan deras Wonogiri terpaksa membuka bendungannya yang sudah sangat penuh dan mengalirkannya ke bawah, kenapa itu bisa terjadi, yaaa mungkin awalnya salah satunya penyebabnya adalah karena pohon-pohon di daerah tersebut sudah banyak sekali yang di tebangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab... Setelah itu kami sedikit menyantuni jompo-jompo di daerah tersebut, ada suatu pemandangan yang indah sekali aku dapati, ada satu kakek yang setia menggendong seorang nenek istrinya yang sudah tidak bisa berjalan, padahal sang kakek sendiri jalannya sudah lamban sekali dan gemetaran :-)...

Rute berikutnya adalah kumpul-kumpul dan ngobrol-ngobrol saja dengan masyarakat di desa berbeda but close dari desa pertama, lebih di fokuskan ke masyarakat yang menggantungkan hidupnya dan keluarganya dengan bedagang kecil-kecilan, berdagang keliling, bakul jamu, dan juga terhadap nelayan dan kelompok tani... Begitu datang kami di sambut dengan welcome drink, seperti kalau kita baru sampai di hotel-hotel bintang 5 dan akan cek in, biasanya kalau di hotel-hotel welcome drink nya adalah aneka juice atau fruit punch, sedangkan ini kami di suguhkan jamu hehehe, dan pada saat itu aku minta di buatkan jamu campuran kunyit asam, sirih dan beras kencur, i like jamu dan sudah lama tidak menemukan bakul jamu keliling di komplex aku tinggal, dan tidak sempat buat sendiri juga, memang eyang putri ku mengharuskan anak-anak dan cucu-cucunya terutama yang perempuan, masih perawan atupun sudah menikah untuk rajin minum jamu, hayooo pikirannya jangan porno dulu hehehe, kata eyang ku jamu itu bagus buat stamina, kesehatan, disinfectan, awet muda, untuk wangi badan, dan kesehatan keindahan dan kenikmatan alat sensitif kita huehe, "ngapain itu obat-obat jaman sekarang, bohong semua!", kata eyang putriku dengan logat jawanya hehehe...

Mereka tidak bermimpi muluk-muluk ingin mencapai bintang, mereka hanya berusaha dan berdoa agar kehidupannya naik setingkat, sedikit membaik, di naikkan sebenang (seperti bahasa Nagabonar), agar hanya lancar makan setiap hari, lancar membayar sekolah anak-anaknya setiap bulan, dan biaya-biaya rumah tangga lainnya yang tidak macam-macam, well itulah setidaknya yang tertangkap oleh aku, dan untuk hanya itu pun sepertinya masih jauh dari kenyataan, oh... oh...

Ketua persatuan perkumpulan bakul jamu hanya minta sedikit di bantu, meminta sedikit di beri posisi, setidaknya mereka terdaftarkan, di berikan tempat sedikit sehingga tidak hanya keliling dengan jumlah botol tetap sehingga tidak ada celah pengembangan sedikitpun dari tahun ke tahun yang berujung ke perbaikan kehidupan, apa yang mereka dapat dan punya sudah terbaca, botol-botol yang segitu-segitunya tidak bisa di tambah karena muatnya hanya segitu di bakulnya, dan tidak mungkin di kurangi karena berarti mengurangi penghasilan mereka, hanya ada dua kata akhir, laku habis, atau tidak habis, itu saja, tidak lebih, tidak kurang... Mereka meminta tolong apabila di daftarkan dan di beri sedikit space, dan dibantu di modalkan sedikit, yang tentunya di bayarkan cicil kembali kepada BUMN (badan usaha milik negara) salah satunya, itu yang saya tangkap, setidaknya botol-botol mereka jumlahnya bisa sedikit berkembang masuk ke kios-kios atau toko-toko... Misal lagi yang saya lihat dari kelompok tani, merekalah yang berjasa menyediakan bahan pangan untuk kita semua, tetapi ironisnya anak-anak mereka masih banyak yang mengalami gizi buruk ... Yang lainnya juga kurang lebih sama wish nya dengan masing-masing dagangannya, seperti lagi salah satu contoh lainnya, pedagang keliling burger kampung kita menyebutnya, yang biasa mangkal di sekolah-sekolah, hanya minta pedagang-pedagang makanan jajanan keliling, di ordinir, di beri penyuluhan dan wawasan bagaimana membuat dan menjaga makanan dagangannya bersih setidaknya, sehingga bisa di daftarkan juga, agar tidak terdengar lagi suara-suara atau kata-kata dari mulut ibu-ibu kepada anak-anaknya, "tidak boleh jajan, kotor, jorok, gak sehat, nanti sakit atau sakit perut dan lain-lain", sehingga setidaknya anak-anak itu bebas dan aman jajan, dan mereka pun setidaknya lancar dagang, hanya itu... Teriris-iris hati ini mendengarnya, semoga suara mereka di dengar dan di eksekusi, sehingga setidaknya walau tidak mencapai bintang, mereka bisa naik sebenang... WG

30 komentar:

lecep mengatakan...

membaca tulisan wulan ttg bakul jamu jadi ingat masa kecil dulu. ibuku sering beli jamu gendongan yg keliling dari kampung ke kampung. woowww...it's been a while...feels like a distance memory. salut buat wulan, yg at least sudah datang dan mendengar keluhan mereka.

apakah ada selebritis lain yg seperti ini..?

Akoe mengatakan...

Asyik juga bisa mengenang masa-masa waktu di Solo. Rumah eyangku juga di Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi (deket hotel Malkana). Kalo sempet mau juga mampir ke sana.

yushiku mengatakan...

wah... kayaknya perjalanan yang seru... ! membaca tulisan Mereka tidak bermimpi muluk-muluk ingin mencapai bintang, mereka hanya berusaha dan berdoa agar kehidupannya naik setingkat, sedikit membaik, di naikkan sebenang (seperti bahasa Nagabonar), agar hanya lancar makan setiap hari, lancar membayar sekolah anak-anaknya setiap bulan, dan biaya-biaya rumah tangga lainnya yang tidak macam-macam, jadi teringat diri ini yang memili harapan sama agar bisa makan sehari-hari dan membayar uang sekolah sendiri....

riska mengatakan...

Waduh...wulan, sayang aku gak bisa ketemu kamu, abis acaranya pagi.
aku lagi ngantor, padahal kalo kamu lamaan dikit, aku bisa ngegaetin kamu untuk urusan tempat-tempat makan, di solo.
walaupun kamu dah ahapal, tapi update tempat-tempat baru kamu juga perlu kan?..he...he...
Oche, kalo ntar ada waktu ke solo, nginepnya di Novo aja ya.....soalny aku ngegym disana, jadi bisa sekalian aku jemput deh...

see u...oh, ya balas dong komen yang satu ini.....
btw, congrats ya non......ntar kususul deh.....kudoain semua lancar buatmu....


www.mettyferriska.blogspot.com
mettyferriska@yahoo.com

suhartono rizky mengatakan...

Aku baru dua kali liat ini blog.ada banyak antusias dihati jika membaca blog artis walau ada keraguan keautentikannya. Ahhgg...ternyata dibalik glamour dan kegemerlapan celebrity,juga mengalami hal-hal seperti manusia pada umumnya. Membaca cerita mbak wulan aku jadi ingat kampung halaman yg tak kukunjungi sekian dekade...uhuk..uhuk...Moga mbak wulan bahagia dan langgeng dengan pernikahan yg akan menjelang...hit me back!

ditxa mengatakan...

hello WG wah..ngomongin SOLO jadi kangen..udh lama juga gk kesana.. Soto Gading salah satu tempat sarapan Favorit keluarga tiap pagi, juga nasi liwet di dket solo balapan..hehehe..tulisan WG ttg jamu aku suka bgt..minum jamu juga udh bagian dr kluargaku..hummh..jd inget si mbok, yg dulu suka mampir dgn jamu gendongnya, n merayu gw utk minum jamu dan terus bilang 'gak pahit kok' hehehe..hummmh.. jadi kangen SOLO ;)

duniablue mengatakan...

mbak wulan, orang kecil itu sering kali tidak bisa bermimpi besar... takut kalo terlalu menggantungkan cita-cita di langit... takut kalo jatuhnya sakit.
tapi sering kali yang besar tidak bisa mengakomodasi keinginan si kecil itu karena si besar tidak paham keinginan si kecil... keinginan yang aneh menurut si besar, hehehe
padahal kalo ada jembatan yang menghubungkan si kecil dan si besar, ada kesempatan dan tempat untuk si kecil dan si besar tidak selalu mikirin perutnya sendiri... pasti Indonesia makmur dan sejahtera deh...

GROENGERINE mengatakan...

Wah... udah ke solo ya?
Hiks, gak ketahuan.
pan bisa buat nara sumber gw!!!!!

ya udah dehh, selamat buat Nikahnya ya!

semoga langgeng & sayang keluarga. (sekarang g cuma shallom lho yang harus disayang) Ha..ha..ha..ha...

Have Nice Day WG!

www.profiles.friendster.com/saudagarsolo

glor14 mengatakan...

Haalllooooooooooooooooh.. ini bener blognya wulan guritno. Wah salut deh ama kegigihannya selama ini. Emang gak penting dengar omongan orang, tapi yang penting juga perlu mendengar omongan orang lain. Saya doakan mudah-mudahan selalu diberikan kemudahan dari Allah SWT. Amin..Amin..Amin.. You Go Girl!

Fiz mengatakan...

- Bravo dawet keliling...
- Hidup klanthing...
- Viva penthol kojek...
Di benak mereka cuma ada satu alasan, "Biar besok bisa makan"

Febra mengatakan...

yups.saya setuju mbak wulan apa yang dibilang sama mereka. Ga semua orang ingin menjadi bintang. Yang penting hidup bahagia dan berkucukupan saja itu sudah sangat disyukuri.

Rumah cukup 5 saja..
Mobil cukup 3 saja..
dan lain-lain. wakakakaka..

Ternyata..omahmu ki awale neng klaten to mbak, hihihi, nembe ngerti aku :D

Riessa Wijaya mengatakan...

ironis memang ya...
kalau jalan sampai ke pelosok baru tahu sengsaranya kebanyakan warga negara Indonesiaku yang katanya gemah ripah loh jinawi ijo royo-royo, tata titi tentrem

Jodi mengatakan...

wah..ternyata wong solo tho mbak???iso ngomong jowo no???mbok klo k solo kasih kbr..hehehe (kamsudnya???)

ayahAksan mengatakan...

Allo... Salam kenal dari Pekanbaru.
Bersyukur banget mbak wulan bisa mendengar suara hati orang kecil. Sekedar saran, mungkin para pemimpin kita kurang mendengar suara-suara kecil seperti ini. Kalaupun ada, sepertinya belum ada solusi kongkrit untuk mereka.
Sekedar usul neh mbak wulan, mungkin anda dan teman-teman artis lainnya yang mempunyai kepedulian yang sama dengan permasalahan ini bisa membuat suatu gerakan nyata untuk mereka.
Jangan hanya untuk korban bencana aja baru bergerak, mbak... hal-hal seperti ini kan butuh perhatian juga.

leadja mengatakan...

Ada layanan 24 jam, namanya 13TYP... udah pada tau blum??

Cm bisa ditelp dari HP di nomer 13897, kapan saja dan di mana saja Anda berada, bisa!

Untuk info: skor bola, prediksinya, info film, info KA, reservasi KA, tanya alamat & no.telp tempat2 (resto, hotel, RS, dll), info valuta, info jalan, dll...

Tanya di satu nomer ini: 13897. Disave ya d HP, sewaktu butuh tinggal tekan aja. Jadikan 13TYP sahabat Anda...

SAPARI DHARMA RAYA mengatakan...

ternyata rumahnya mbak wulan klaten juga toh
hihihihii
podo karo aku ....

Anonim mengatakan...

Lagi musim selebritis bikin blog. Eh mbak WG, sedikit saran yah.. Satu paragraf jangan kepanjangan kalimatnya. Tip saya, gunakanlah tanda baca 'titik' supaya enggak kepanjangan tiap kalimatnya.

opiniherry mengatakan...

Trend baru dari para seleb. Jadi para penggemar bisa dapat info langsung dari sumber. Ini lebih baik daripada nongkrongin infotainment yg sering over.

ngeblog juga nunjukin kalo seleb juga punya otak, gak cuma modal tampang.

Buat WG, sebarin virus ngeblog ke temen seleb yg lain. Kalo bisa jgn cuma posting diary tapi juga ide dan opini.
twothumbsup!!!

Btw fotonya boleh didonlot yaa...

psycho-acoustica mengatakan...

waduh wong jowo yg satu ini...
udah cakep, pinter lagi ^.^
great blog...

vina mengatakan...

ah...mampir ke wonogiri juga ya,mbak?
senangnya...kota kecilku didatangi mbak wulan :)

sukses selalu
-rose-

iniput mengatakan...

great blog....

salam kenal yah...

D'octara lovers mengatakan...

duhhhh...,jadi tambah nge-fans nihhhhhhh..,ternyata slain cantik WG juga baik pluss pinter yahhhhhh..,tulisan-tulisannya itu looooooo......bagi resep donk... tambah cantik aja... he he he he he

Anonim mengatakan...

minta ijin untuk bikin link wulan ya... (http:\\hasan-pml.blogspot.com

hsn-pml mengatakan...

blog wulan keren d...

jerry_pratama mengatakan...

ga' bisa bilang ap2 dah cantik baik pula

cak Dh1k4 mengatakan...

Orang yang berpikiran sederhana, gak neko neko emang bisa bikin urip mereka lebih tenang, kebersahajaan mereka pun juga gaklepas dari pola pikir mereka tapi kadang juga karena keadaan yang membuat mereka begitu. Sialnya lagi kita sering tidak sensitif terhadap hal seperti itu dan malah memuji mereka dengan ketidakberdayaan mereak. BTW kalo di Solo itu enaknya juga makan Sate Buntul, sumpah ra ngapusi

Agus Ramada mengatakan...

Ekonomi kerakyatan mba!

Hatur Nuhun

Agus Ramada S

www.dombagarut.blogspot.com

enopi mengatakan...

Wulan, blognya asik, ceritanya bagus, ternyata orang Klaten pula .. hehe .. sama dong kita.

Btw, bukan mo jadi Yus Badudu, cuma mo ingetin aja kalo 'di', 'ke', 'dari' yang tidak diikutin kata tempat, nulisnya musti disambung karena jadi imbuhan awalan. Kalo 'di atas' oke karna 'atas' kan kata tempat, tapi kalo 'di tuduh' nah nulisnya musti 'dituduh'.

Anyway, tetap menulis yaaa ...

kodrat kurniawan mengatakan...

saya baca artikel anda sungguh menarik sekali dan terasa nyaman.silakan kunjungi blog saya yaitu http:kodratkurniawan.blogspot.com

Dave prima mengatakan...

Ternyata ini toh blognya mbak wulan. Adem ya di sini, ga seperti di blog saya, puannas banget.
Saya seh ga sempat baca artikelnya mbak wulan, jd saya ga bisa kasih komentar donk.
Ga papa ya...